Thursday, May 1, 2014

BANI ISRAIL ( TEDABBUR 2 : 40-41)


“Siapa yang dimaksud Bani Israil?”

“Keturunan Nabi Ya’kub”

“Nabi Ya’kub anaknya Nabi Ishak ya? Cucunya Nabi Ibrahim?”

“Ya,sekarang dikenal dengan nama bangsa Yahudi. Meraka telah diberi keistimewaan oleh Allah dengan banyak nikmat yang tidak diberikan kepada umat lain.”


“Hai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja.(40) Dan berimanlah kamu kepada apa (Al Qur’an)yang telah aku turunkan, yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku.(41)”


 “Apa nikmat Allah untuk Bani Israil?”

“Diantaranya yang disebutkan di Surat Al Maidah ayat 20: Allah mengangkat nabi dari kaumnya, menjadikannya orang merdeka dari perbudakan. Di ayat lain dikisahkan, mereka juga mendapat mu’jizat berupa memancarnya air dari batu, turunnya Al Manna dan Salwa.”

“Lalu apa janji yang harus mereka penuhi, agar Allah nantinya juga memenuhi janji-Nya?”

“Banyak disebutkan dalam Al Qur’an tentang janji-janji itu, baik yang umum maupun yang khusus. Untuk sementara janji yang umum, yang sudah kita tadabburi di ayat sebelumnya (38-39), janji Allah untuk semua manusia. Di sini ada hukum jika-maka, jika manusia mengikuti petunjuk Allah, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepada manusia. Untuk janji yang lain, insyaallah akan kita bahas pada ayat-ayat selanjutnya.”

“Al Qur’an diturunkan untuk Bani Israil juga ya? Bukannya mereka beragama Yahudi?”

“Sebenarnya, seluruh manusia fitrahnya adalah hanya menyembah Allah. Diperintahkan hanya mengikuti petunjuk Allah. Masuk akal kan, kalau manusia diciptakan oleh Allah, bersumber dari satu pencipta kemudian mengikuti petunjuk penciptanya? Yaitu Allah? Ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad sama dengan ajaran Nabi Adam sebagai manusia pertama dan ajaran nabi-nabi yang lain, yaitu “Laa ilaaha illallaah, tiada sesembahan selain Allah”, selain kepada orang Musyrik, Rasulullah juga berdakwah kepada kaum Yahudi, Nasrani dan Majusi, intinya mengajak seluruh manusia untuk menyembah hanya kepada Allah.”

“Memang mereka ya, yang pertama kafir kepada Al Qur’an?”

“Menurut Ibnu Abbas, karena merekalah yang mempunyai ilmu tentang Nabi Muhammad Saw. Sedang menurut Abu Aliyah, karena kabar tentang akan datangnya Nabi Muhammad Saw, telah mereka ketahui dari kitab Taurat. Jadi kalau mereka tidak beriman kepada Al Qur’an alias kafir kepadanya, terhitung mereka yang pertama, karena mereka sudah tahu sebelumnya.”   

“Apa yang dimaksud dengan menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah?”

“Kata Al-Hasan al Bashri, harga yang sedikit/murah ialah dunia dan seisinya, atau dunia dengan segala kesenangan syahwatnya. Ada juga hadist riwayat Abu Dawud, Rasulullah Saw bersabda : Siapa yang belajar ilmu yang biasa dicari untuk mencapai ridha Allah, tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali unuk mencapai kepentingan dunia, maka tidak akan mendapat bau surga di hari kiamat.”

“Jadi nggak boleh dong mendapat upah dari mengajarkan agama atau membaca Al Qur.an?”

“Menurut sebagian besar ulama, seperti Imam Syafi’i, Malik, Ahmad dan lain-lain, boleh menerima upah dari mengajarkan agama, tapi kalau sudah mendapat upah/ bayaran dari baitul mal atau negara untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ya sebaiknya tidak lagi mengambil upah.”

4 comments:

  1. sama-sama mba Santi, semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  2. Bagus Mi, mengenai yahudi banyak dibahas dalam surah Al-Baqarah (sapi betina) sejarah Musa saat mereka ingkar ketika memasuki tanah yang di janjikan. jerusalem atau palestina ya Mi, makanya sekarang mereka menghalalkan segala cara merebut Palestina kembali.

    ReplyDelete
  3. kebenaran sejarah tidak akan terhapus, karena terabadikan dalam Al Quran yang dijamin Allah akan terjaga sampai akhir zaman

    ReplyDelete